Sabtu, 31 Desember 2011

Mentari Terakhir Kelinci Emas

Naga air akan melahap kelinci emas rupanya sudah di depan mata. Berbagai energi positif maupun negatif 2011  akan menjadi tanda tanya besar lagi di 2012. Kabar datangnya kiamat pun menghiasi sepanjang 2011. Berbagai problematika hidup telah terjamah, tapi apakah semua sesuai dengan yang telah diharapkan?

Pagi di 31 December 2011 ini mentari enggan menampakkan diri. Apakah mentari malu akan semua yang telah dilakukannya sepanjang tahun? Atau ia ikut merenung dan berdoa untuk 2012? hhaa.. yang pasti mentari sedang tidak menangis menyambut kemeriahan sang naga.

Akhir tahun seperti ini kebanyakan orang menghabiskannya di tengah kota yang padat dan engap. Entah mereka menikmati atau tidak yang pasti kalau saya tidak begitu suka dengan keramaian yang berlebih, seakan terhimpit, belum lagi kalau mikirin mau bagaimana besok di tahun depan, jadi apa, resolusi 2012 mau bagaimana, dan segala macamnya yang kadang membuat dada semakin nyesek. 


Malam ini saya berencana menghabiskan malam pergantian tahun di Kasongan, sebuah desa yang terkenal dengan kerajinan tangannya, melihat warga sekitar dengan penuh kesederhanaannya menyongsong tahun baru. Mungkin akan berbeda dengan suasana tahun baru sebelum-sebelumnya yang sering saya sempatkan untuk merenungi dan sebagai ajang instropeksi diri di tahun yang sudah saya lalui. Berbeda pula karena ini kali pertama saya merayakan tahun baru di kota istimewa Jogja bersama teman dan keluarga baru saya.

#1

Kamis, 29 Desember 2011

Nepal dalam Matatita (Kathmandu Through My Eyes)

"Om Mani Padme Hum" adalah kalimat pertama yang saya perhatikan ketika melihat foto karya Matatita, seorang etnofotografi lulusan antropologi UGM. Kalimat tersebut merupakan mantra meditasi dengan media roda (prayer wheel). Sore tadi saya berkesempatan untuk melihat pameran foto dan mengikuti diskusi langsung bersama Matatita di Sangam, sebuah restoran kecil gaya India di KM 5,6 utara Jogja. Foto-foto Matatita diambil menggunakan kamera pocket dan kamera hape, yang ia ambil pada bulan April 2009. Ia yang bukan orang fotografi lebih suka mengambil gambar berupa living culture. Dalam perjalanan ini, ia mengumpulkan sekitar seribu jepretan atau sekitar 8gb.

Selain prayer wheel, terdapat juga foto dengan judul 'prayer flags', bendera doa yang diyakini membawa kebahagiaan, kesejahteraan, umur panjang, dan kemakmuran. Bendera ini terdiri dari 5 warna mewakili 5 elemen dasar, diantaranya kuning sebagai bumi, hijau sebagai air, merah api, putih udara, dan biru melambangkan ruang. Kelima warna tersebut dapat menyeimbangkan unsur eksternal membawa harmoni dalam lingkungan serta faktor internal yang membawa kesehatan bagi tubuh dan pikiran. #Boudhanath.

Kathmandu, sebuah kawasan dengan nama lain Nepal ini memiliki banyak kisah selain Everest dan Himalaya, salah satunya adalah terdapat stupa terbesar di dunia. Uniknya, stupa ini dibersihkan atau dimandikan tidak menggunakan air, melainkan butter (mentega) yang dilelehkan. Pertanyaannya adalah, berapa banyak mentega yang digunakan untuk memandikan stupa raksasa tersebut? Well, silahkan kalian bayangkan sendiri :D

Bhaktapur, suatu tempat dengan keunikan bangunan yang menggunakan batu-bata untuk seluruh jalanannya dan rumah-rumah dengan jendela penuh ukiran detail, serta atap-atap berwarna merah menjulang tinggi. Yaah, inilah tempat dimana keunikan lebih banyak diterangkan dalam pameran foto kolaborasi Matatita dan suaminya Eduardo A. Wibowo, yang juga menggemari etnofotografi. Di sini juga memiliki budaya yang berbeda dalam merayakan tahun baru, yang disebut Bisket Jatra / festival carriot, yaitu tarik-tarikan kereta antara dua kampung, dimana kereta yang telah disediakan ditarik ke dua arah yang berlawanan sampai pada titik yang sudah ditentukan, sehingga terlihat jelas tujuannya adalah siapa yang kuat, dialah yang menang. Setelah acara tarik-menarik kereta selesai, mereka melanjutkannya dengan lempar batu. Siapapun boleh melempar, dan yang terkena lemparan batu juga tidak boleh marah, karena ini juga bagian dari acara tersebut.

Nepal merupakan kota yang sama sekali bukan acuan untuk mencari ketenangan. Kroditnya mungkin berpengaruh pada kendaraan yang digunakan sehari-hari, termasuk mobilnya yang dikenal imut-imut :D Di kota ini juga sangat nampak jelas bentuk rumahnya yang mirip dengan rumah-rumah di kawasan Tamansari yang saling sambung menyambung dimana di dalamnya terdapat lapangan. Mungkin ini merupakan ciri rumah keraton :D Ada datu gambar yang menggelitik dari hasil jepretan Matatita, yaitu beberapa bapak-bapak lansia yang sedang asik nongkrong bersama kawan sebayanya. Aneh, karena kebanyakan yang suka kongkow kan anak muda, ini malah aki-aki. Nggak cuman itu, tapi juga ada dimana terdapat komposisi saat beberapa wanita sedang mencuci di depan rumah orang yang memiliki aliran air dan satu orang wanita lain berjalan persis di depan mereka tanpa bertegur sapa. Sangat kontras.

Untuk foto-fotonya bisa dilihat di pameran yang berlangsung sampai 5 Januari dan ditutup dengan workshop "Membaca Foto" di Sangam :) Selamat menikmati sajian mata :))
cc: http://www.matatita.com/

Misa Natal 2011, gereja paroki Ganjuran, Bantul, Jogja

Beberapa waktu lalu, bertepatan dengan Misa Natal, saya bersama Prasetya Yudha Dwi Sambodo bertandang ke Ganjuran, salah satu gereja paroki bergaya unik dengan arsitektur jawa punya dan terbuka di kawasan Bantul, Jogja. Gereja paroki yang dipimpin oleh pastur atau romo ini memiliki sisi realigius yang pekat, selain dari arsitekturnya yang banyak bunda Maria (perawan Maria), juga telah dipersiapkan goa natal dari panitia khusus untuk pesta natal ini.

Pagi itu saya clingak-clinguk nggak jelas mau gimana. Bayangin aja, saya menjadi POI (Point Of Interest) dengan kerudung menempel disebagian tubuh. Awalnya malah saya berpikiran negatif, takut mereka mengira saya terorist, hahaa.. Selama masih ada papa, saya juga ikut meramaikan natal bersama keluarga papa yang semuanya berbudaya China dan  beragama non muslim, tapi untuk ritual misa-nya baru kali itu. "Pagi ini misa natal khusus anak-anak, yang dewasa sudah kemarin sore jam 4 untuk yang bahasa Jawa, dan jam 8 malam untuk yang bahasa Indonesia", ungkap Agustinus Suryo Nugroho, salah satu panitia acara tersebut yang menghampiri saya tiba-tiba. Saya yang kaget tiba-tiba dihampiri dan ditanya darimana tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengetahui lebih tentang prosesi sakral yang biasa disebut Ekaristi ini. Perayaan ini juga dimeriahkan drama teatrikal oleh adik-adik dari panti asuhan Santa Maria, yang berjudul "Amen dan Tiga Raja".

Agustinus juga menjelaskan untuk acara misa seperti ini, di seluruh dunia akan sama mulai awal acara, doa, serta tata caranya, karena ternyata sudah ada buku yang menjelaskan semuanya. "Mau kita natal di Arab pun dengan bahasa Arab, tetap saja artinya sama dan tata caranya sama", imbuhnya. Natal kali ini bertema "Tinggal Dalam Kristus Memiliki Terang Hidup".

Misa natal tahun ini gereja katholik Ganjuran dipimpin oleh pastur Agustinus Suryo Nugroho pr, yang kebetulan memiliki nama yang sama dengan salah satu panitia yang sempat saya wawancarai. Romo Ag. (singkatan dari nama baptis Agustinus) ini juga study di Mesir jurusan Islamologi. Entah bagaimana ceritanya seorang pastur mengambil jurusan yang bisa dibilang agak ekstrim, tapi tak masalah, karena bukankah semua agama mengajarkan tentang kebaikan?

Acara misa natal pun usai tepat pukul 10.00 dan ditutup oleh hujan deras dipenjuru gereja. Saya pun akhirnya memutuskan untuk menunggu hujan reda sambil melihat-lihat sebagian arsitektur gereja, dan nggak sengaja melihat mbak-mbak keluar gereja dan mampir ke sebuah penampungan air di salah satu tempat di depan gereja. Ia mengambil sebagian air kemudian membuatnya menjadi bentuk salib ke tubuhnya sambil kemudian berdoa. Mungkin semacam air suci, tapi anehnya, air itu berada di depan gereja yang pasti akan terkontaminasi air hujan, tapi yang saya lihat, air itu tenang tak bergeming, meski disentuh.

Lama menunggu hujan reda, Agustinus mendekati kami yang sedang menikmati keindahan gereja, kemudian ia mengajak kami untuk makan bersama di dalam gereja. Betapa kagetnya saya (yang memang lapar), tanpa pikir panjang kami pun mengikuti, dan tettoott, makanannya ayam goreng :( sediiihh, karena saya nggak bisa makan ayam :( selesai makan, kami memutuskan untuk menerjang hujan karena harus segera mengejar 'cerita-cerita' yang lainnya.

Ini sedikit cerita saya tentang Misa Natal pertama :D
*fotonya nyusul deh yah :D



Rabu, 28 Desember 2011

"Doctor Honoris Causa Sri Sultan Hamengku Buwono X"

Selasa, 27 Desember 2011 mungkin merupakan hari yang bersejarah untuk beberapa orang, termasuk saya, karena masih diberi kesempatan untuk melihat secara langsung prosesi penganugerahan gelar pendidikan Sri Sultan Hamengku Buwono X, Bandoro Raden Mas (BRM) Herdjuno Darpito sebagai Doctor Honoris Causa di bidang seni pertunjukan yang merupakan pertama dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Menurut Wikipedia, Gelar Honoris Causa (H.C) / Gelar Kehormatan adalah sebuah gelar kesarjanaan yang diberikan oleh suatu perguruan tinggi/universitas yang memenuhi syarat kepada seseorang, tanpa orang tersebut perlu untuk mengikuti dan lulus dari pendidikan yang sesuai untuk mendapatkan gelar kesarjanaannya tersebut. Gelar Honoris Causa dapat diberikan bila seseorang telah dianggap berjasa dan atau berkarya luar biasa bagi ilmu pengetahuan dan umat manusia. 


Gelar Doktor Kehormatan tercatat pertama kali diberikan kepada Lionel Woodville sekitar tahun 1470 oleh Universitas Oxford, Inggris. Ia kemudian dikenal sebagai Uskup Wilayah Salisbury/Bishop of Salisbury. Pada awalnya, pemberian gelar Doktor Kehormatan ini dianggap sebagai sesuatu hal yang tidak biasa. Pemberian gelar Doktor Kehormatan ini mulai dianggap biasa sekitar abad ke-16, khususnya pada masa-masa ketika banyak universitas-universitas yang belum tenar pada saat itu, menerima kunjungan kehormatan dari universitas-universitas ternama seperti Universitas Oxford atau Universitas Cambridge. Pada waktu kunjungan James I ke Universitas Oxford pada tahun 1605 misalnya, 43 dari rombongan beliau (15 diantaranya merupakan golongan bangsawan tinggi dan ksatria) mendapatkan Gelar Kehormatan Master of Arts dari Universitas Oxford dan mereka tercatat sebagai yang memiliki kesarjanaan penuh.


Seseorang yang telah menerima gelar Doktor Kehormatan, mendapatkan hak yang sama seperti para penerima gelar yang lainnya misalnya, dapat mencantumkan tanda kedoktorannya pada awal nama (Dr. xxx), namun khusus untuk yang menerima gelar Doktor Kehormatan, dapat mencantumkan tanda khusus Doktor Kehormatannya dengan singkatan H.C (Dr. H.C xxx).

Begitulah sedikit yang saya tau tentang gelar yang diberikan kepada Sri Sultan HB X. Sebelumnya, beliau juga mendapatkan gelar serupa di bidang kemanusiaan dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Dalam acara pengukuhan tersebut, saya terlibat dalam choir ISI Yogyakarta. Pengalaman itu adalah yang pertama sejak saya bergelut di dunia musik. Bernyanyi di depan pejabat penting di wilayah Jogja, apalagi Sultan dan keluarga, wedew, kikukk bukan main awalnya, tapi lama-lama malah ketagihan, wkwkwwk.. Nggak cuma choir saja yang meramaikan pesta kemarin pagi, tapi juga orkestra dari teman-teman musik dan karawitan ISI Yogyakarta. Tak lupa tari kebangsaan "Saraswati" yang merupakan tari favorit saya. Selama mengikuti choir untuk acara semacam ini, tari ini tidak pernah membuat saya menutup mata saat beraksi. (Selain penarinya cantik-cantik, gerakannya lembut dan tak membosankan).

Nahh, yang beda, kali ini dihadirkan juga tari "Bedaya Sang AmurwaBumi" ciptaan Sri Sultan HB X. Kalau boleh jujur, saya merinding saat melihat dan mendengar musik pengiringnya. Serasa berada di dongeng Majapahit, hehe.. Tarian ini dibawakan oleh sembilan wanita cantik dan empat wanita lain sebagai 'pengantar', dimana diantara sembilan penari itu, salah satunya adalah putri Sultan, GRA Nurmalita Sari / GKR Pembayun.


Tari Bedaya Sang AmurwaBumi

Foto bersama keluarga setelah pengukuhan

Tari Saraswati

*maaf untuk foto-fotonya mungkin agak sedikit membuat mata pedes. Mohon dimaklumin yah, pake kamera hape nih:D

Penyelamat Kerongkongan (?)

Huwaaa, udah 2 hari ini libur nulis, gara-gara kesibukan choir dan jadwal-jadwal yang mengharuskan saya untuk selingkuh dari asusole (hehe, itu nama kesayangan laptop saya). Well, Senin siang kemarin matahari senyumnya maknyus banget membuat Jogja dan sekitarnya meleleh sangking indahnya. Nahh,, jam 10 seharusnya saya sudah berada di kelas 1a jurusan musik untuk vokalisi sebelum GR, tapi berhubung sebelumnya saya nggak merem sepagian, alhasil bangun kesiangan dan nyampe kampus baru jam 11.30.

Sembari menunggu GR yang ternyata jam 2, saya dan Ika, boncengan naik pit menuju masjid untuk melaksanakan sholat dhuhur, selesai sholat, Ika ngajakin cari yang seger-seger. Nahlooe, bingung apaan itu yang seger-seger, akhirnya saya biarkan laju sepeda ini berjalan mengikuti arus kemana dia mau, haha.. dan tahukah kalian kemana arah sepeda itu? Yakk, dia akhirnya memilih gerobak dengan tulisan "Rujak Es Creem" (begitulah tulisannya) yang berada di sebelah SMAN 1 Sewon, atau depan Polsek Parangtritis. Awalnya saya nggak yakin, karena saya biasa beli minuman sejenis yang di daerah Mandala Krida. Ternyata keraguan saya terpatahkan dengan keanggunan tampilan dan es yang menggunung serta rujak manis yang laziz. Iseng-iseng saya potret, upload twitter dan jadikan DP BBM. Tanpa disangka, hampir seperempat teman saya langsung privat message dan menanyakan "dimana", "mau :'(" "kirim dong", "kemarin aku nyari, tapi nggak ketemu", dan sebagainya.

Bangga, karena ternyata sebagian besar dari mereka belum pernah ngerasain yang namanya rujak ice cream (yang baru saya kenal berkat teman saya Simen sejak saya kuliah di Jogja. Terimakasih Simen :D). Memang benar, rujak ice cream yang satu ini beda, rasanya lebih 'ngenak' di lidah. Ice cream yang pekat rasa susu dan dingin yang pas di tengah cuaca yang menyengat dipadu rujak manis yang sedikit meledak di mulut menambah ke khas-an minuman ini.

Penasaran bagaimana? Datang aja ke gerobak mas rujak (panggilan saya waktu mau bayar). Dijamin nggak bakal nyesel deh, apalagi kalau ajakin saya juga #eehh :D
okeeeii, selamat mencoba :))) untuk pengalaman saya ini, saya kasih gambar nyata dari nikmatnya minuman penyelamat kerongkongan :)

Minggu, 25 Desember 2011

Here I Am


Here I am, this is me
There's nowhere else on Earth I'd rather be
Here I am, it's just me and you
Tonight we make our dreams come true
It's a new world, it's a new start
It's alive with the beating of young hearts
It's a new day, it's a new plan
I've been waiting for you
Here I am
Here I am
Here we are, we've just begun
And after all this time, our time has come
Yeah, here we are, still goin' strong
Right here in the place where we belong
It's a new world, it's a new start
It's alive with the beating of young hearts
It's a new day, it's a new plan
I've been waiting for you
Here I am
Yeah, here I am
Here I am
Yeah
Here I am, this is me
There's no where else on earth I'd rather be
Here I am, it's just me and you
And tonight we make our dreams come true
Oh, it's a new world, it's a new start
It's alive with the beating of young hearts
It's a new day, it's a new plan
I've been waiting for you
Oh, it's a new world, it's a new start
It's alive with the beating of young hearts
It's a new day, it's a new plan
I've been waiting for you
Here I am
Here I am
Here I am, next to you
And suddenly the world is all brand new
Here I am, here I am, where I'm gonna stay
Now there's nothin' standin' in our way
Oh, here I am
Here I am
This is me


hai.. haii..
Akhirnya bisa berjumpa lagi dengan blogger.com setelah beberapa tahun yang lalu saya sering mengisi blog lama saya dengan hal-hal yang mungkin tidak sebegitu penting mengenai info-info yang saya dapat selam di bangku sekolah. Namun sayangnya blog itu sudah saya non-aktifkan dikarenakan hal yang saya sendiri juga lupa kenapa saya tega membunuh kawan hidup saya yang setia menemani saya saat saya "sering" merasa sendiri dulu.

Dalam blog kali ini saya akan menghadirkan kesan berbeda dari blog terdahulu maupun tempat coret-coret saya yang lain, karena saya ingin blog ini dapat menemukan jati diri saya serta mampu membuat saya merasa sok sibuk dengan tulisan (yang notabene saya suka menulis).

Anyway, di atas itu kenapa saya maksa 'copast' lyric "Here I Am" miliknya om Bryan Adams, itu karena pas bangun tidur tadi, tepatnya pukul 11.30pm, bunda searching youtubenya, terus speaker dipasang lumayan keras dalam kamar, naahh konyolnya malah si bunda tidur.. Alhasil saya yang memang susah terlelap kembali saat sudah melek akhirnya memutuskan untuk meresapi isi dari lagu kesayangan bunda.
Mikir sana, mikir sini, ehh malah jadi semangat membuat perubahan untuk diri sendiri. Nah, kenapa nama blog saya jadinya sama dengan judul lagu itu, karena saya ingin blog ini adalah benar-benar saya, 'real of me' kalo bahasa maduranya. hhe..

Hemm, banyak casciscus juga saya pagi ini, kayanya cukup segitu dulu pembukaan dari 'new but second' blog saya ini yah. hhee..
Jadi, telah resmi dibuka, blog baru Paund hari Minggu, 25 Desember 2011 pukul 04.00am.. Semoga bisa menyenangkan hati semua orang yah.. (opo jal??) ^^*

*ketinggalan nih youtube hasil searching bunda :D

Kamis, 27 Oktober 2011

27 Oktober 2011


Biarkan rasa ini hanya menjadi cinta dalam hati saja, sama seperti saad kamu menantiku setia disampingmu :')) *kamu yang pertama menyentuhku, meski kamu bukan yang terakhir di hatiku :')))

Kamis, 01 September 2011

Long Distance Relation_(shit) :')))


Orang yg bilang "Jangan LDR " pasti belum pernah
ngerasain serunya buat kejutan diem2 dtg ke kota pacar :D

Orang yang bilang "Jangan LDR " = orang yang ga bisa diajak
berkomitmen :D

Orang yang bilang "Jangan LDR " = orang yang ga ngerti
tantangan cinta

Orang yang bilang "jangan LDR " = "Orang yang maunya
seneng doang, gak mau susahnya"

Orang yang bilang "jangan LDR " = "orang yang takut buat
berkorban  ! CEMEN !”

Orang yang bilang "Jangan LDR " = org yg nggak tahu
serunya kirim-kiriman paket sama pacar! :D

Orang yg bilang "Jangan LDR " = org yg gak pernah tahu
betapa pentingnya satu menit sama org yg kita sayang 

Orang yang bilang "jangan LDR " = "Orang yang gak pernah
mengerti betapa berartinya sebuah pertemuan"




@LongDistance_R
-Delyvia Triyanita