Selasa, 28 Februari 2012

Jawaban Dari Sebuah Penantian :)

Menatap kabut tebal di kaki gunung Sindoro bersamaan dengan hadirnya embun itu sesuatu, sedikit susah untuk sampai kesini, karena kendaraan yang saya pakai sempet ngambek dan ngga mau jalan. 

Sepanjang perjalanan, yang saya pikirkan adalah perpisahan dan pertemuan. Jika biasanya kalimat kedua berada diawal, lain cerita saat mereka bertemu dengan hidup saya. 
Perpisahan, menyedihkan, menyakitkan, bahkan membuat trauma. Kepergian sosok yang sangat saya banggakan membuat saya tak lagi mempercayai kaum yang bernama Adam. 
Dulu, sosoknya begitu sempurna dihadapan mata, begitu jantan, dan begitu mencintai saya, tapi kejadian malam itu memutar 180 derajat penilaian saya selama 12 tahun. Dimana sayang tak lagi berkonotasi positif. Hitam, pekat, merajai dinding hati yang terlanjur terpatri namanya. Beginikah sosoknya yang sebenarnya? 

Disini, dibawah kaki Sindoro, menerawang jauh ke atas, memastikan bahwa awan benar-benar menemani langit yang sedang ingin bercinta. Berjarak, berputar, dan bertingkat, begitulah gambaran langit Temanggung sore ini, menambah deru jeritan hati yang rindu akan 'kasih' dan 'sayang' (nya). 

Temanggung, tiga jam dari Jogja mampu membuka keberadaan lelaki baru dalam hidup saya. Tak lama memang, tapi mampu membuat saya atau yang terpenting 'bunda' bahagia. Meski ia berada jauh disana, namun tanggungjawabnya yang besar tak memandang jutaan bahkan milyaran kilo Jawa-Kalimantan. 

Yah,, dia keluarga baru saya, dia sosok yang saya rindukan. Kau yang hebat, tegar dan kuatlah disana, karena kami akan sabar menantimu pulang ke rumah, ke pelukan hangat sang mentari pagi dan sejuknya rembulan malam. Untukmu, Ayahku :')

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar