Minggu, 07 September 2014

Akhir!

"Aku adalah apa yang pernah ada di masa lalu. Begitupun kamu."

Setiap kita pernah melewati rangkaian cerita yang entah terbungkus tawa, tangis, bahagia, rindu, ataupun sebagainya. Kita tak bisa mengelak bahwa masa lalu adalah apa yang membuat kita berdiri, saat ini, berteman dengan segala latarbelakangnya.
Sebagaimanapun kita berusaha menghilangkan jejaknya, ia tak akan pernah benar-benar terhapus.
Layaknya kertas putih yang ingin kita isi dengan berbagai warna.
Warna yang ingin diabadikan dalam setiap moment hidup kita masing-masing. Setelah terisi, tak mungkin ia kembali seperti semula. Sekuat apa kita menghapusnya, akan tetap membekas, membawa ingatan yang dalam hati kecil sebenarnya masih ingin kita kenang.

Sebatas mengenang, tak bermaksud yang lain. Karena, sekali lagi, sekuat apa kita mencoba bertahan, semua akan bertemu pada titik yang sama, bahwa kita tidak disatukan Tuhan. Ia sudah menyiapkan rencana lain untuk kita "bahagia"! Dan cara ampuh yang paling susah adalah IKHLAS.
Mengikhlaskan perjuangan, yang pada akhirnya hanya menyakiti masing-masing dari kita.

Sekarang bukan saatnya bermain di halaman yang sama.
Bukan waktu yang tepat untuk terus menghakimi diri karena kesalahan masa lalu ataupun perjuangan yang sia-sia.
Menatap ke depan dengan selalu memohon untuk kita selalu bahagia dengan pilihan masing-masing dan juga membahagiakan apa yang menjadi pilihan kita!
Kamu adalah masa lalu terbaik yang pernah ada di rangkaian cerita hidupku, tapi ia, adalah masa depan terbaik yang Tuhan kirim untuk mengisi ruang yang telah lama terluka :')

Kita memang pernah ada, bukan berarti kita akan terus ada :')
Selamat tinggal kenangan, semoga Tuhan selalu mempertemukan kebaikan dan kebahagiaan untuk kita semua :'))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar