Senin, 22 September 2014

Laut dan Gunung #1

Bagaimana bisa aku, mengalihkan pandanganku untuk melewatkanmu, yang begitu mendekati sempurna.
Bukan hanya tentang bagaimana kamu denganku, tapi juga kamu dengan yang lain.

Melihatmu lagi, sore itu, didepan mimbar, membawakan kedewasaan yang tak dimiliki mereka seusiamu.
Memperhatikan setiap gerak dan tawa yang selalu merekah di setiap pertanyaan dari anggotamu.
Ahh, perasaan ini, yang diam-diam terus memikirkanmu. Sudah lama, mungkin sejak kita masih di tempat yang sama.
Caramu memperlakukan yang lain, makin membuat perbedaan itu tak nampak.
Aku selalu suka memperhatikanmu dari jarakku.
Dari jarak yang begitu jauh, tapi benar-benar terasa dekat.
Mendoakanmu, meski dengan cara berbeda.
Katanya, mencintai diam-diam itu romantis. Ia adalah cinta sejati yang tak terungkap.
Aku hanya berharap itu benar, sampai saatnya nanti, kita tidak dipisahkan karena perbedaan ini.

Untukmu, yang sudah lama selalu kuperhatikan.
Yang rela menunggu, meski menyakitkan.
-laut dan gunung-
Surabaya, 22 September 2014

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar