Rabu, 20 Agustus 2014

Secangkir Gerimis

Keinginan terindah yang paling tulus hanyalah ingin menghabiskan senja dengan secangkir teh hangat berteman gerimis, denganmu. Bercerita tentang pagi yang biru dan malam yang kita citakan.
Membiarkan beberapa cangkir terisi oleh buliran rindu yang lama tak bertemu untuk saling menyapa. Mengilaskan ingatan akan masa lalu yang tak terselesaikan.
Indah bukan, ketika rasa yang terpendam saling diungkapkan, kemudian berpeluk penuh kasih.
Iya, kita!
Kita yang sedang menunggu waktu berpihak. Berbalik bersamaan dalam hitungan ke-3. Melihat jelas tentang masa depan yang sering kita perbincangkan. Hal yang tak perlu lagi disembunyikan.
Kita bahagia, kini, ataupun kelak, semoga :')

-Jogja, 20 Agustus 2014, 08.14
Kamar, bersama ikan yang sedang mencoba untuk memejamkan mata-

Kamis, 14 Agustus 2014

#1

-Kamu bilang, kita bisa bertemu diantara gunung dan pantai. Mengisahkan rindu yang terlampau dalam.

-Kemarin, aku liat bintang persis sebelum bulan purnama. Entahlah, kenapa ingatanku langsung bersemayam pada kita.

-Kalo kita tak disatukan, mungkin Tuhan masih inginkan perbedaan.

-Aku memujimu dalam diam, terlebih ketika kamu bertemu dengan Tuhanmu, dan aku dengan Tuhanku.

-Perbedaan, tak membuat namamu tak kusebut dalam pertemuanku denganNya.