Senin, 21 Juli 2014

Hujan di Mimpi - Banda Neira

Semesta bicara tanpa bersuara
Semesta ia kadang buta aksara
Sepi itu indah, percayalah
Membisu itu anugerah

Seperti hadirmu di kala gempa
Jujur dan tanpa bersandiwara
Teduhnya seperti hujan di mimpi
Berdua kita berlari

Semesta bergulir tak kenal aral
Seperti langkah-langkah menuju kaki langit
Seperti genangan akankah bertahan
Atau perlahan menjadi lautan

Seperti hadirmu di kala gempa
Jujur dan tanpa bersandiwara
Teduhnya seperti hujan di mimpi
Berdua kita berlari

Kamis, 19 September 2013

Dibalik "teman"


Aku bukan ahlinya menggambar, tapi jika kau tanya apa yang aku bisa, adalah memperhatikanmu di kejauhan, dan berpura-pura menganggapmu teman yang baik :)





Minggu, 08 April 2012

Hujan

"Hujan buatku adalah penenang dalam kerinduan, pembawa air mata, dan pengingat rasa kehilangan. Selalu saja, sesuatu yang harus seseorang lupakan adalah sesuatu yang justru jauh tersimpan begitu dalam, kenangan." -Dwitasari-

T[w]itit!

Jika ada anak panah yang menusukmu, berharaplah itu bukan berasal dari busur jenuhku - Djenar Maesa Ayu

Kamis, 05 April 2012

Abu - Yang Mati

Setiap ringkasan memiliki cara
Setiap pertanyaan memiliki jawaban
Setiap kejadian memiliki jam
Setiap aksi memiliki perhitungan
Setiap pendakian memiliki batas
Setiap manusia memiliki buku nasibnya

Setiap jaminan adalah simbol kematian
Setiap bangunan adalah ingkaran janji
Setiap raja dan istananya adalah debu

Keraguan dan ketidakyakinan
Dan lebih dari ajaran kejenuhan yang manis
Putaran mata. Dalam keindahan terlempar
Kepalan tangan.

Setiap hari adalah panggung kematian
Kau mati ketika kau bermain dengan seni
dan menara
Setiap pintu dunia kau tutup untuk keselamatan
Buka pintu pada taring baru
Kupikir kau adalah sekam ketika kau temukan
Susu kehidupan berarti kocokan yang tak pernah berakhir.
Tapi kau bukan penakluk nafsu
Untuk memegangnya dengan usaha
Semua yang kau lihat direncanakan oleh raja
Yang pekerjaannya seperti kehadiran
Dan ia menerima penyesalan.

Kita telah tua, sahabat
Kita mungkin tidak pernah muda
walaupun hari-hari kita adalah tangkai dan kemangi
Basah dan melambai
Kita menghabiskan waktu ingin rumah
Tempat kekerasan dan pencuri
Kita harus menyediakan waktu untuk muda
Bermain dengan keremajaan
Dan sebuah lubang dalam ubun-ubun
Kau pergi ke luar
Tidak ada sebab untuk hilangnya masa muda
Hanya kematian dan gunung.

"Menulis adalah BEKERJA untuk KEABADIAN"


Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” – 
Pramoedya Ananta Toer