Jumat, 18 Mei 2012
Minggu, 08 April 2012
Hujan
"Hujan buatku adalah penenang dalam kerinduan, pembawa air mata, dan pengingat rasa kehilangan. Selalu saja, sesuatu yang harus seseorang lupakan adalah sesuatu yang justru jauh tersimpan begitu dalam, kenangan." -Dwitasari-
T[w]itit!
Jika ada anak panah yang menusukmu, berharaplah itu bukan berasal dari busur jenuhku - Djenar Maesa Ayu
Kamis, 05 April 2012
Abu - Yang Mati
Setiap ringkasan memiliki cara
Setiap pertanyaan memiliki jawaban
Setiap kejadian memiliki jam
Setiap aksi memiliki perhitungan
Setiap pendakian memiliki batas
Setiap manusia memiliki buku nasibnya
Setiap jaminan adalah simbol kematian
Setiap bangunan adalah ingkaran janji
Setiap raja dan istananya adalah debu
Keraguan dan ketidakyakinan
Dan lebih dari ajaran kejenuhan yang manis
Putaran mata. Dalam keindahan terlempar
Kepalan tangan.
Setiap hari adalah panggung kematian
Kau mati ketika kau bermain dengan seni
dan menara
Setiap pintu dunia kau tutup untuk keselamatan
Buka pintu pada taring baru
Kupikir kau adalah sekam ketika kau temukan
Susu kehidupan berarti kocokan yang tak pernah berakhir.
Tapi kau bukan penakluk nafsu
Untuk memegangnya dengan usaha
Semua yang kau lihat direncanakan oleh raja
Yang pekerjaannya seperti kehadiran
Dan ia menerima penyesalan.
Kita telah tua, sahabat
Kita mungkin tidak pernah muda
walaupun hari-hari kita adalah tangkai dan kemangi
Basah dan melambai
Kita menghabiskan waktu ingin rumah
Tempat kekerasan dan pencuri
Kita harus menyediakan waktu untuk muda
Bermain dengan keremajaan
Dan sebuah lubang dalam ubun-ubun
Kau pergi ke luar
Tidak ada sebab untuk hilangnya masa muda
Hanya kematian dan gunung.
Setiap pertanyaan memiliki jawaban
Setiap kejadian memiliki jam
Setiap aksi memiliki perhitungan
Setiap pendakian memiliki batas
Setiap manusia memiliki buku nasibnya
Setiap jaminan adalah simbol kematian
Setiap bangunan adalah ingkaran janji
Setiap raja dan istananya adalah debu
Keraguan dan ketidakyakinan
Dan lebih dari ajaran kejenuhan yang manis
Putaran mata. Dalam keindahan terlempar
Kepalan tangan.
Setiap hari adalah panggung kematian
Kau mati ketika kau bermain dengan seni
dan menara
Setiap pintu dunia kau tutup untuk keselamatan
Buka pintu pada taring baru
Kupikir kau adalah sekam ketika kau temukan
Susu kehidupan berarti kocokan yang tak pernah berakhir.
Tapi kau bukan penakluk nafsu
Untuk memegangnya dengan usaha
Semua yang kau lihat direncanakan oleh raja
Yang pekerjaannya seperti kehadiran
Dan ia menerima penyesalan.
Kita telah tua, sahabat
Kita mungkin tidak pernah muda
walaupun hari-hari kita adalah tangkai dan kemangi
Basah dan melambai
Kita menghabiskan waktu ingin rumah
Tempat kekerasan dan pencuri
Kita harus menyediakan waktu untuk muda
Bermain dengan keremajaan
Dan sebuah lubang dalam ubun-ubun
Kau pergi ke luar
Tidak ada sebab untuk hilangnya masa muda
Hanya kematian dan gunung.
"Menulis adalah BEKERJA untuk KEABADIAN"
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” –
Pramoedya Ananta Toer
LIKE THIS ! (y)
“The individual has always had to struggle to keep from being overwhelmed by the tribe. If you try it, you will be lonely often, and sometimes frightened. But no price is too high to pay for the privilege of owning yourself.” - Friedrich Nietzsche
Minggu, 01 April 2012
*(^__^)*
"Seorang pria sudah setengah jatuh cinta kepada wanita yang mau mendengarkan omongannya dengan penuh perhatian - Brenden Francis"
Langganan:
Postingan (Atom)