Kamis, 05 April 2012

Abu - Yang Mati

Setiap ringkasan memiliki cara
Setiap pertanyaan memiliki jawaban
Setiap kejadian memiliki jam
Setiap aksi memiliki perhitungan
Setiap pendakian memiliki batas
Setiap manusia memiliki buku nasibnya

Setiap jaminan adalah simbol kematian
Setiap bangunan adalah ingkaran janji
Setiap raja dan istananya adalah debu

Keraguan dan ketidakyakinan
Dan lebih dari ajaran kejenuhan yang manis
Putaran mata. Dalam keindahan terlempar
Kepalan tangan.

Setiap hari adalah panggung kematian
Kau mati ketika kau bermain dengan seni
dan menara
Setiap pintu dunia kau tutup untuk keselamatan
Buka pintu pada taring baru
Kupikir kau adalah sekam ketika kau temukan
Susu kehidupan berarti kocokan yang tak pernah berakhir.
Tapi kau bukan penakluk nafsu
Untuk memegangnya dengan usaha
Semua yang kau lihat direncanakan oleh raja
Yang pekerjaannya seperti kehadiran
Dan ia menerima penyesalan.

Kita telah tua, sahabat
Kita mungkin tidak pernah muda
walaupun hari-hari kita adalah tangkai dan kemangi
Basah dan melambai
Kita menghabiskan waktu ingin rumah
Tempat kekerasan dan pencuri
Kita harus menyediakan waktu untuk muda
Bermain dengan keremajaan
Dan sebuah lubang dalam ubun-ubun
Kau pergi ke luar
Tidak ada sebab untuk hilangnya masa muda
Hanya kematian dan gunung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar